Pelatihan Komputer & Internet

Tampilkan postingan dengan label Ngolencer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngolencer. Tampilkan semua postingan

22 Maret, 2009

Jembatan Barelang dan Coastarina

Jam 5.30 pagi telepon saya berdering "hey, ayo bangun katanya mau ke barelang" kata mbak murni. segera saya bergegas mandi. Teman kerja saya, Aris ternyata sudah siap duluan dan Lifari cuma cuci muka saja. Tak Lama kemudian mbak murni dan bos yaser datang menjemput ke kos saya. Selama perjalanan kami tak banyak bicara karena masih kurang tidur, maklumlah malam minggu kami begadang dengan kak yadi di bengkong permai.


Diluar nampak gerimis menambah dinginnya pagi, kaca mobil pun berembun membuat pandangan keluar menjadi kabur. Sambil menikmati alunan lagu-lagu pop indonesia terbaru dari cd audio mobil honda accord exclusive yang kami kendarai kamipun berbincang.Hampir satu jam perjalanan, akhirnya sampai di jembatan barelang satu.

Walau gerimis tak membuat hasrat kami surut untuk menikmati indahnya pemandangan di sekitar jembatan barelang. Kami pun keluar memandangi indahnya panorama pagi. Lihatlah foto-foto diatas, indah bukan!! Jembatan barelang ada enam. Kami hanya sampai di jembatan dua karena jam 10 kami harus kerja, buka toko di mall Nagoya Hill Batam.

Jembatan Barelang adalah nama jembatan yang menghubungkan tiga pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Rempang, dan Pulau Galang. Masyarakat setempat menyebutnya "Jembatan Barelang", namun ada juga yang menyebutnya "Jembatan Habibie", karena beliau yang memprakarsai pembangunan jembatan itu untuk menfasilitasi ketiga pulau tersebut yang dirancang untuk dikembangkan menjadi wilayah industri di Kepulauan Riau. Ketiga pulau itu sekarang termasuk Provinsi Kepulauan Riau. (http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Barelang).

Jembatan ini merupakan rangkaian dari enam jembatan yang menghubungkan beberapa pulau di batam. jembatan pertama memiliki panjang 642 meter menghubungkan pulau Batam dengan pulau Tonton. Jembatan kedua memiliki panjang 420 meter menghubungkan pulau Tonton dengan pulau Nipah. Jembatan ketiga memiliki panjang 270 meter menghubungkan pulau Nipah dengan pulau Setokok. Jembatan keempat memiliki panjang 365 meter menghubungkan pulau Setokok dengan pulau Rempang. Jembatan kelima memiliki panjang 385 meter menghubungkan pulau Rempang dengan pulau Galang. Jembatan keenam memiliki panjang 180 meter menghubungkan pulau Galang dengan pulau Galang Baru.

Puas menikmati panorama pagi walau gerimis, akhirnya kami berniat untuk mampir di warung-warung dekat jembatan satu untuk beli jagung bakar. Tapi sayang, mungkin karena terlalu pagi dan gerimis arang untuk membakar jagung belum ada yang ngepul. Warungnya pun masih banyak yang tutup, walau ada satu - dua yang sudah buka.

Beberapa menit kemudian kami beranjak pulang dan langsung menuju Mega Wisata Ocarina, Batam Centre. Tempat wisata ini terletak didalam satu lokasi perumahan Costarina. Mega Wisata Ocarina menyediakan ruang bermain terbuka bagi anak-anak, pantai berpasir, kampong seni, food court, restorant ala jimbaran, karoke diatas laut, tempat konser menghadap laut, tempat penyewaaan sepeda ontel dan banyak lagi. Ocarina menjadi kebanggaan sekaligus icon Batam dengan sendirinya.

Waktu kami berkunjung pagi itu ada konser sedang menghibur pangunjung. para pengunjung ada yang jalan kaki, naik sepeda santai ada juga yang bawa mobil. Ada yang cuma berdua sama pasangan ada pula yang sama keluarga. Ocarina memang tempat yang asyik untuk santai.

Puas keliling di Ocarina kami pulang dan menuju jalan Raja Ali Haji komplek inti sakti Nagoya Jodoh, bukan ke ruko tujuan kami tapi di sebelah ruko-ruko komplek inti sakti ada deretan rombong-rombong menjual nasi kuning, bubur ayam dll. Kami milih bubur ayam, ada campuran kerupuk, sate telor puyuh dan sate jeroan. Harga bubur per mangkok Rp. 8000, harga jajan standart di kota Batam. Bila pagi hari anda berada di daerah nagoya jangan lupa mampir untuk beli bubur ayam, pasti ga akan kecewa.

12 Februari, 2009

Satu Malam di Yogyakarta

Sabtu, tanggal 7 februari jam 16:45 pesawat batavia air yang saya tumpangi mendarat di bandara Adi Sucipto Yogyakarta, perjalanan 1 jam 50 menit dari Batam. Hanya menunggu beberapa menit setelah landing, saya di jemput pak wahyu, komisaris Notebook Store.

Mobil jemputan saya segera berangkat ke Jl. Kaliurang km 5 dekat kampus UGM, tepatnya di toko NOTEBOOk STORE cabang Jogja. Tak seberapa besar konter di jogja tapi konter yang baru di buka beberapa hari ni telah berisi berbagai macam laptop dan accessoriesnya. tak lama di toko pak wahyu pun pulang karena waktu sudah maghrib.

Sampai di Kaliurang saya menghubungi teman saya yang kuliah di Universitas Atmajaya jurusan teknik sipil, Halim dari Muara Lebak Bawean. Sekitar 1 jam kemudian Halim datang mengendarai Supra X 125 miliknya. Lama tak jumpa kami pun ngobrol, hingga pukul 9 malam pak wahyu datang lagi ke toko, katanya besok ia juga akan ke batam tapi masih mampir dulu di Jakarta, sementara saya ikut penerbangan direct Jogja-Batam.

Pukul 9.30 malam saya ikut Halim pulang ke kontrakannya. Sampai disana bertemu teman-teman mahasiswa Bawean, ada Basith Tambak, Jangki Daun dan Ipung Bangsal. Tak lama kemudian kami berangkat nongkrong ke Gubuk Cafe sambil ajendur bawean dan kegiatan mereka selama kuliah di Jogja. Sekitar 1 jam kemudian datang Kak Yani asal Pancor dan Acink Pamona sidogedung batu tapi mereka tak lama karena temannya dari Kepu ngajak pulang.

Pukul 12 Malam kami beranjak pulang ke kontrakan karena mata jangky sudah tidak kuat lagi untuk melek. Sampai ke kontrakan berangkat lagi keliling jogja dengan Halim, Basit dan Ipung. Saya sempat mampir di Teh Poci, suasana cangkru'an di pinggir kali, penuh pengunjung muda-mudi mahasiswa nongkrong disana. Tak lama kemudian kami langsung menuju Tugu jogja, malam haripun masih rame orang nongkrong walau hanya sekedar duduk & ngobrol, ada juga yang sendang foto-fotoan dari yang pake kamera handphone, kamera digital hingga kamera profesional, ada mahasiswa yang kuliah di jogja ada juga yang dari luar kota sekedar jalan-jalan dan malam mingguan disana.

Jogja memang unik, waktu nongkrong di Tugu ada club sepeda ontel yang sedang melintas, sepeda ontel yang satu in bukan sepeda ontel yang biasa kita lihat di toko, melainkan sepeda ontel yang telah di modifikasi, bodinya di tambah, 2 kali lebih tinggi dari ukuran normal. Ada juga klub mobil klasik dan club vespa yang lagi nangkring di pinggir jalan.

Malam minggu di Jogja memang terasa lebih hidup, dengan uang pas-pasan pun bisa nongkrong dimana-mana. Biaya hidup di jogja memang jauh lebih murah daripada di Batam. Apalagi ada nasi kucing, hanya dengan 1000 rupiah bisa makan nasi walau porsinya memang hanya se porsi makanan kucing. Tahun 2005 lalu saya beli nasi kucing di terminal jogja waktu itu cuma 500 rupiah. Makanan khas jogja adalah nasi gudeg dan bakpia pathok.

Jogja memang kota yang komplek, kota seni dan budaya, kota pariwisata, kota pelajar. Banyak tokoh Indonesia yang bersal dari Jogja diantaranya bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara. Tokoh Muhammadiyah Ahmad Dahlan. Seniman Affandi bahkan mantan presiden RI bapak Suharto lahir di Jogja.

Terakhir saya menyusuri jalan malioboro, disanalah banyak di jual kain batik dan kaos dagadu, ada juga berbagai macam kerajinan tangan dan souvenir. Harganya murah-murah tapi tidak murahan. Sayang waktu kesana semua sudah tutup karena memang waktunya sudah malam. Sampai di ujung jalan malioboro tepatnya di depan Monumen perjuangan 11 Maret kami berhenti. Kami nongkrong di seberang jalan depan Istana Presiden RI, hingga pukul 2:30 dini hari kami pun pulang ke kontrakan karena besok pagi-pagi saya harus berangkat lagi ke Batam, Batavia air akan berangkat pukul 08:30 Jogja-Batam-Medan.

18 Desember, 2008

Polo Cena

Background Pulau Lolobi, sebelah Pulau China

Foto Di Bato Labang Polo Cena

Tak ta kera rassa kerrongna ate terro apolong-polonga pole ben kanca2 e bhebiyen, ngocaa nape jhe' la gherisna kaodi'en, settong-settong apesa jheu semmak pade a rangkat ka parantaoan. Sanacjhen jheu kanca ayu pade engak. Engak ka kawajiban ben tanggung jawab keta oreng. Mogha-mogha keta tak kaloppae ka tujuan awal, niat keta a rantao jheu dari keluarga, jheu dari kanca, jheu dari kampong, jhau dari bhabiyen. Mogha pade'e sukses ben lekas apolong pole e pulao bawean tercinta.

Maulud Pemuda Menara Malaysia