Pelatihan Komputer & Internet

Tampilkan postingan dengan label Cerita dari lembah sungai nil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita dari lembah sungai nil. Tampilkan semua postingan

09 Oktober, 2009

Mencari Kebahagiaan Yang Hakiki



Salah seorang mahasiswa Amerika bernama Jeff menemui rektornya. Rektor itu sengaja memanggil Jeff karena ingin mengucapkan selamat atas kelulusannya di jenjang pasca sarjana dan meraih gelar master dengan predikat cumlaude dengan nilai terbaik dan tertinggi.


Rektor itu juga mengucapkan selamat karena Jeff berhasil memecahkan rekor menjadi mahasiswa termuda di Amerika yang mendapatkan gelar master dalam bidang tersebut. Hal itu belum pernah terjadi di unversitas itu. Oleh sebab itu memang sudah selayaknya dia membanggakan Jeff karena telah berhasil menjadi orang sukses yang namanya akan tercatat dalam sejarah.


Dalam pertemuan itu sang rektor berjanji akan memberi penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Jeff dalam acara wisuda yang akan digelar pada akhir tahun ajaran nanti. Jeff keluar dari kantor rektornya. Namun wajahnya kelihatan murung dan sedih. Tidak seperti mahasiswa lainnya yang suka bersorak-sorak gembira sambil berteriak-teriak yahooii jika dalam suasana seperti itu dengan mengikuti lagaknya cowboy atau pengembala sapi Amerika, atau mereka yang berteriak-teriak mengatakan : all right....


Rektor itu merasa heran. Namun dia tidak ingin bertanya apa sebenarnya yang ada dalam benak Jeff.


Pada saat wisuda, Jeff datang dengan penampilan yang sangat mempesona. Dia memakai pakaian wisuda beserta topinya yang segi lima yang biasa dipakai oleh para wisudawan, lalu duduk di kursi yang telah disediakan. Jeff mendengar namanya selalu disebut-sebut di atas podium dengan penuh pujian dan sanjungan atas kesuksesannya yang luar biasa. Tak lama kemudian Jeff naik ke atas podium untuk menerima ijazah sambil diiringi sorakan dan tepuk tangan dari keluarga dan teman-temannya di hadapan para hadirin yang telah memenuhi ruang wisuda.


Ketika Jeff hendak menerima ijazah tiba-tiba dia menangis. Kemudian rektornya mencoba mengajak bergurau. Dia berkata : "kamu menangis karena kamu merasa terharu dengan suasana seperti ini," Jeff menjawab : "tidak, aku menangis karena nasibku yang malang." Sang rektor heran dan bertanya : "kenapa wahai anakku ? hari ini kamu harus merasa senang dan bahagia, apalagi pada detik-detik seperti sekarang ini"


Jeff menjawab : "Aku fikir bahwa aku akan bahagia bisa berhasil seperti ini. Ternyata yang aku rasakan sekarang adalah aku masih belum melakukan sesuatu yang bisa membahagiakan diriku. Aku merasa menjadi orang yang malang. Ijazah dan titel yang aku dapatkan, beserta acara wisuda yang kita gelar sekarang, itu semua tidak bisa membuatku bahagia."


Jeff menerima ijazahnya dan dengan tergesa-gesa dia meninggalkan ruangan, sehingga semua orang yang hadir dalam acara itu bingung melihatnya. Jeff tidak mengikuti acara wisuda sampai selesai. Dia tidak menyempatkan dirinya duduk sebentar untuk sekedar menerima ucapan selamat dari teman-teman dan keluarganya.


Jeff pulang ke rumahnya. Ijazah itu berada dalam genggaman tangannya. Dia membolak-balikkannya ke kanan dan ke kiri. Lalu berkata : "kau akan aku apakan ? kau telah membuatku mendapat predikat tertinggi dalam sejarah di kampusku. Kau telah menciptakan pekerjaan yang sedang menungguku. Seluruh dunia akan memandangku. Seluruh media akan berkerumun di hadapanku karena aku telah menjadi orang sukses. Akan tetapi kau tidak bisa memberikan kebahagaian yang aku dambakan... Aku ingin memiliki kebahagiaan di hatiku. Yang ada di dunia ini tidak hanya ijazah, jabatan, harta dan ketenaran saja. Tapi masih ada sesuatu yang lain yang harus membuatku bahagia... Aku sudah bosan dengan wanita, arak dan tarian. Aku ingin sesuatu yang bisa membahagiakan diriku dan hatiku.... ooh tuhanku apa yang harus aku lakukan ?"


Hari demi hari Jeff makin merasa sial. Lalu dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Dia berfikir dan berfikir.... Sampai akhirnya berfikir bahwa cara yang terbaik untuk mengakhiri hidupnya adalah dengan loncat dari jembatan besar yang biasa disebut oleh orang Amerika dengan nama "golden gate" atau “pintu emas” yang memancarkan sinar tinggi sebagai tanda peradaban Amerika. Disitu kita bisa melihat sesuatu yang sudah tertutup oleh kabut. Jembatan itu dianggap sebagai salah satu bangunan utama di Amerika dalam bidang arsitek dan keilmuan.


Jeff pun pergi menuju golden gate. Sebelum sampai ke golden gate ternyata disana ada sejumlah anak muda islam yang sedang menyebarkan dakwah mengajak kejalan Allah SWT. Mereka datang untuk belajar di Amerika. Mereka tinggal di sebuah ruangan yang terletak di bawah gereja di dekat golden gate.


Bayangkan...! mereka tidak mendapatkan tempat tinggal selain sebuah ruangan di bawah gereja, karena mereka orang-orang miskin. Kerjaan mereka hanyalah berdakwah mengajak kejalan Allah SWT. Yang mereka inginkan adalah agar semua orang memeluk agama islam. Cita-cita mereka hanyalah ingin menyelamatkan manusia dari kobaran api neraka. Mereka ingin mengeluarkan manusia dari jalan yanag sesat menuju jalan yang benar. Yang mereka harapkan hanyalah berdakwah ke jalan Allah SWT dengan cara yang baik dan bijaksana. Mereka ingin menjadi tauladan yang baik bagi seorang muslim yang sejati...


Mereka belajar sambil berdakwah kejalan Allah SWT. Mereka tinggal di bawah gereja. Hanya tempat inilah yang bisa mereka tempati. Mungkin itu yang terbaik bagi mereka.


Pada hari itu mereka keluar berkeliling menemui orang-orang yang ada di sekitarnya mengajak mereka masuk islam. Mereka memakai pakaian islami. Wajah mereka memancarkan cahaya iman. Kening mereka memancarkan cahaya bekas sujud.


Di saat mereka sedang berkeliling di dekat pintu masuk golden gate mereka bertemu dengan Jeff. Jeff melihat mereka dengan penuh keheranan dan kekaguman. Selama hidupnya Jeff belum pernah melihat ada orang memakai pakaian seperti itu, berpenampilan seperti mereka, dan memancarkan cahaya seperti mereka. Jeff juga belum pernah bertemu dengan orang yang memiliki daya tarik yang bisa membuatnya tertarik kepada mereka. Jeff mendekati mereka. Dia ingin berbincang-bincang dengan mereka.


Jeff berkata: "Bolehkah saya bertanya kepada kalian ?"

Salah seorang dari mereka menjawab : "boleh, silahkan."

Jeff bertanya : "sebenarnya kalian ini siapa ? dan kenapa kalian memakai pakaian seperti ini ?"

Salah seorang diantara mereka menjawab : "kami ini orang islam. Allah telah mengutus nabi Muhammad SAW. kepada kami untuk mengeluarkan kami dari jalan yang gelap menuju jalan yang terang dan untuk memberi kebahagiaan kepada seluruh manusia baik di dunia maupun di akhirat..."

Ketika Jeff mendengar kata "bahagia" dia berteriak : "bahagia ? aku mencari kebahagiaan itu ... apakah aku bisa menemukannya pada kalian ?" mereka menjawab : "islam agama kami adalah agama yang bahagia. Agama yang penuh dengan kebaikan. Ikutlah kami, semoga Allah SWT memberi petunjuk kepadamu agar kamu mendapatkan kebahagiaan."


Jeff berkata : "aku akan ikut kalian. Aku ingin tahu kalau kebahagiaan yang aku dambakan selama ini ternyata ada pada kalian berarti itu adalah kebahagiaan yang hakiki.... tadi aku hampir bunuh diri. Aku hampir meloncat dari atas jembatan itu untuk mengakhiri hidupku. Karena aku tidak bisa menemukan kebahagiaan pada harta, hawa nafsu dan tidak juga pada ijazah yang aku dapatkan...."


mereka berkata :"Marilah ikut kami. Kami akan mengajarkan agama kami kepadamu. Semoga Allah SWT memberikan iman dan rasa senang untuk beribadah di hatimu. Sehingga kamu bisa mendapatkan kebahagiaan dan merasakan indahnya beribadah. Allah SWT maha kuasa atas segala sesuatu..."


Jeff ikut bersama para pemuda islam itu. Para pemuda yang mengajak ke jalan Allah SWT .... Mereka sampai ke kamar yang mereka tempati. Kamar itu sekarang telah berobah menjadi musholla bagi mereka dan bagi orang-orang yang ingin beribadah kepada Allah SWT. Mereka mengajak Jeff masuk islam. Mereka menjelaskan segalanya tentang islam kepada Jeff.


Jeff berkata :"Ini adalah agama yang benar. Demi Allah aku tidak akan meninggalkan tempat ini sebelum memeluk agama kalian." Setelah itu Jeff menyatakan keislamannya. Para pemuda islam itu pun segera mengajarkan islam kepadanya. Jeff mulai melakukan segala yang diwajibkan dalam islam, dan juga mulai memakai pakaian islami. Dia telah menemukan apa yang dia cari selama ini. Dia baru sadar bahwa kebahagiaan yang didambakan selama ini ternyata ada dalam islam dan dalam mencintai Allah dan Rasulullah SAW. Lebih dari itu Jeff merasa sangat bahagia karena telah menjadi seorang da'i di Amerika. Kini Jeff mengganti namanya dengan Ja'far.


Sebagaimana yang kita temukan dalam buku-buku sejarah bahwa Rasulullah SAW pernah menjanjikan sepupunya seorang sahabat mulia Ja'far bin Abi Thalib ra. akan memiliki dua sayap yang bisa digunakan untuk terbang di surga. Sedangkan Ja'far orang Amerika ini juga bisa terbang dengan kedua sayapnya yaitu kebahagiaan dan kesenangan karena telah memeluk agama islam. Dia telah mengorbankan dirinya, tenaganya, hartanya dan segala kehidupannya untuk menyebarkan islam di Amerika.


Inilah kisah Ja'far yang telah menemukan kebahagiaannya dalam islam dan dalam berpegang teguh kepada ajaran Allah SWT serta berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah SAW.


Tapi kenapa masih banyak orang islam yang memiliki keyakinan bahwa mereka tidak bisa menemukan kebahagiaan kecuali ketika meniru orang-orang yahudi dan kristen dari segi makan, minum, berpakaian, kendaraan, tempat tinggal dll. Sesungguhnya kebahagiaan yang hakiki adalah ketika seseorang beriman kepada Allah SWT, kepada malaikat-Nya, kitab-Nya, kepada rasul-Nya, kepada hari kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk....


Puncak kebahagiaan adalah katika Allah dan rasul-Nya lebih dicintai dari pada anak, orang tua dan dirinya bahkan juga hartanya... Kebahagiaan paling utama adalah katika manusia mengajak orang lain kepada agama Allah SWT. Semangat dan berani berkorban untuk mengeluarkan manusia dari jalan yang gelap menuju jalan yang terang, serta menunjukkan orang lain kepada jalan yang benar...


Puncak kebahagiaan adalah ketika sedang bermunajat kepada Allah SWT di sepertiga malam terakhir .... Kebahagiaan paling sempurna adalah ketika kita berbakti kepada kedua orang tua, berbuat baik kepada tetangga, tersenyum di hadapan saudara-saudara seiman, bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, sehingga tangan kir pun tidak tahu apa yang dia sedekahkan.


Inilah kebahagian di dunia... bagaimana lagi dengan kebahagiaan di akhirat kelak ?...

01 Agustus, 2009

Cintaku Di Jalan Cornish

Seperti biasanya, ketika merasa jenuh dengan aktifitas sehari-harinya dan membutuhkan hiburan Sulaiman pergi membawa mobilnya ke jalan cornish... sambil memutar lagu favoritnya di tipe mobil yang menyanyikan : "wahai hatiku, janganlah bertanya dimanakah cinta".


Dia tergila-gila dengan Ummu Kultsum. Dia selalu menyanyikan lagu-lagunya dengan cinta yang membara. Ketika mendengarkan lagu-lagu Ummu Kultsum seakan jiwanya sampai terbang ke angkasa cinta. Sebuah angkasa yang jika kita masuki awalnya hanya sebuah mimpi dan akhirnya... hanya omong kosong belaka.

Biasanya sulaiman berkeliling mencari hiburan, dan tidak berhenti sebelum melewati beberapa tempat-tempat lembaga perdagangan, sambil bersenang-senang... bercinta....pacaran... dan perbuatan lainnya yang biasa dilakukan anak-anak muda yang nakal...!!! Namun kali ini dia nampak sesuatu yang berbeda!... saat itu dia tidak lagi mengejar-ngejar gadis untuk dijadikan hiburannya. Akan tetapi pandangannya selalu tertuju kepada setiap orang yang berjalan didampingi istrinya. Mereka nampak baru menikah!!!... Sehingga yang ada dalam benaknya waktu itu tidak seperti hari-hari sebelumnya.... Setiap kali melihat orang bergandengan tangan dengan istrinya, maka hatinya berkata :
"Aduhai... demi Allah, menikahan itu sangat indah... Aku yakin mereka sekarang pasti sedang bersenang-senang."

Sejak dahulu memang sudah ada keinginan untuk menikah dalam benak Sulaiman. Dan sekarang dia mulai berpikir serius. Apalagi sudah mendapat kerja yang layak. Dan sekarang sudah memiliki pemasukan tetap.

Pada waktu itu juga dia segera pulang ke rumah. Dia mengajak ibunya ke kamar karena ada hal penting yang perlu dibicarakan.

Ibunya tidak terkejut dengan ajakan Sulaiman. Akhirnya dia berterus terang bahwa dia perlu menyiapkan kamar pengantin dan tempat tinggal baru sebelum terjerumus dalam perbuatan dosa. Karena zaman sekarang penuh dengan fitnah dan godaan.

Sang Ibu bertanya tentang karakter istri yang dia inginkan. Sulaiman menjawab :
"Aku mendambakan istri yang salehah dan cantik."

Sebelum itu ibunya berkata : "wahai Sulaiman! Zaman sekarang yang paling penting adalah agama.. Dan wanita yang tidak memiliki rasa takut terhadap tuhannya itu tidak akan ada gunanya."

Sulaiman menganggukkan kepalanya bertanda dia setuju dengan apa yang dikatakan ibunya. Hanya saja dia belum benar-benar memahami maksud dari istri salehah dan berakhlak mulia.

Sulaiman bukanlah pemuda yang rajin beribadah. Namun orang yang kenal dengan dia akan tahu bahwa dia orang yang biasa-biasa saja. Dia tidak merokok dan tidak berteman dengan anak-anak jahat. Tapi walaupun begitu dia juga bisa terjerumus dalam jurang maksiat!!!...

Beberapa bulan kemudian, setelah mencarikan calon istri yang cocok untuk Sulaiman maka sang ibu menghampiri Sulaiman di kamarnya. Dia menyampaikan bahwa dia telah menemukan wanita yang cocok untuk Sulaiman. Wanita itu adalah seorang mahasiswi shalehah dan berakhlak mulia. Dia aktif dalam kegiatan dakwah di kampusnya dan juga dalam kegiatan-kegiatan kewanitaan. Disamping itu dia juga cantik.

Sulaiman setuju untuk menikah dengan wanita tersebut. Pesta pernikahannya selesai dirayakan. Sulaiman masuk ke dalam "Istana Emas" sebagaimana kata orang... Dia mulai mengarungi hidup baru. Dunia penuh ceria. Hidup untuk mencari nafkah... sebagaimana yang dia katakan sebelum menikah... Dan mengarungi hidup bahagia... sebagaimana yang dia bayangkan!!!...

Semenjak hari pertama dari pernikahanya Sulaiman sudah mulai berobah. Pada malam pertama ketika sedang terlelap tidur sambil mendengkur (tidurnya nyenyak banget) dia merasa ada tangan yang menggerak-gerakkan bahunya. Tangan itu sangat lembut sekali. Dia belum pernah disentuh tangan selembut itu. Dia mendengar ada suara halus yang memanggilnya : "Abang... abang... bangun... shalat subuh, sudah adzan beberapa menit yang lalu..." Sulaiman berkata dalam hatinya :

"Cobaan apakah ini ? aku hawatir malam pertamaku dimulai dengan sesuatu yang tidak baik."
Sulaiman bangun dan beranjak untuk shalat subuh. Dia merasa malu kepada istrinya yang rajin beribadah. Dia hawatir istrinya akan mengikuti kebiasaannya yang tidak baik sejak hari pertama hidup dengannya.

Sulaiman sudah terbiasa shalat subuh dengan tenang dan benar. Hanya saja dia tidak shalat berjamaah tepat pada waktunya. Biasanya dia menunda sampai tidurnya terasa cukup. Padahal biasanya tidur tidak pernah cukup.

Sulaiman berwudlu' lalu pergi ke masjid. Di tengah jalan dia merasa ada sesuatu yang berbeda. Karena sudah lama dia tidak shalat subuh berjamaah... Dia berjalan tenang tanpa suara. Hatinya bertanya-tanya : “kemana saja aku selama ini, sehingga tidak pernah melakukan kewajiban ini?”
Berbagai macam pertanyaan yang ada dalam benaknya. Dia bagaikan orang yang baru sadar setelah tidur bertahun-tahun lamanya. Seperti ashabul kahfi (penghuni gua) yang baru sadar setelah tidur selama tiga ratus tahun di dalam gua.

Sulaiman memiliki teman dekat. Mereka saling mengenal satu sama lain dari mulai perkara yang kecil sampai yang besar. Inilah janji mereka sejak kecil. Namun setelah Sulaiman menikah akhirnya mereka berpisah, karena dia bekerja di kota lain. Satu tahun kemudian mereka bertemu kembali. Temannya heran melihat apa yang terjadi pada Sulaiman. Sekarang penampilannya tidak lagi seperti Sulaiman yang dahulu. Begitu juga apa yang diceritakan Sulaiman tidak sama dengan yang dahulu dia kenal. Sulaiman bercerita pada temannya tentang karunia Allah SWT yang diberikan kepadanya yang berupa istri shalehah yang telah merobah hidupnya berbalik 190 derajat.

Dahulu dia menjadi orang yang ceroboh dan tersesat. Tidak tahu apa tujuan hidupnya. Seakan dia hanya sebagai pelengkap saja dalam dunia ini. Namun sekarang dia merasakan betapa sangat dibutuhkan dia dalam rumah tangganya, dalam keluarga dan masyarakatnya.

Sekarang Sulaiman sudah dijuluki dengan Abu Ibrahim. Dan sekarang menjadi imam masjid di kota tempat dia bekerja. Di kota itu dia aktif dalam kegiatan dakwah.

Inilah cerita Sulaiman dan istrinya yang shalehah yang telah berhasil merobah kepribadian Sulaiman menjadi orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Tidak seperti dahulu lagi.....

Rasulullah SAW bersabda :
"Wanita itu dinikahi karena empat macam : karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka cariah istri yang shalehah niscaya anda akan selamat".

10 Juli, 2009

Sebuah Kado Untuk Hamba Allah


Syeikh at-Thahhan pernah berkata : "barang siapa yang sabar ketika kehilangan sesuatu karena Allah SWT, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik."

Para masyayikh kita pernah menceritakan bahwa ada salah seorang mahasiswa al-azhar yang berasal dari ujung pedesaan. Pada suatu hari ia duduk di halaqah (pengajian) Syaikhnya, uang jajannya untuk bulan itu terlambat datang, sehingga ia terpaksa meningalkan halaqoh (pengajian) syaikhnya, barangkali ia mendapatkan sisa-sisa roti atau beberapa suap makanan yang bisa memulihkan tenaganya kembali.

Ia berjalan melalui lorong-lorong sempit, tiba-tiba matanya memandang sebuah pintu rumah yang sedang terbuka, setelah ia memasuki rumah tersebut, ternyata ada sebuah lemari makanan, ia pun mengulurkan tangannya untuk mengambil makanan itu, setelah ia mengambil dan meletakkannya di mulut, tiba-tiba ia sadar bahwa sebenarnya dia datang kesitu semata-mata hanya untuk menuntut ilmu.

Ilmu itu cahaya, sedangkan makan makanan tanpa izin dari pemiliknya bisa menjadikan hati gelap. Cahaya tidak mungkin bisa berkumpul dengan kegelapan. Salah satunya harus ada yang mengalah. Ia pun meninggalkan makanan itu, dan kembali ke halaqah (pengajian) Syaikhnya dalam keadaan perut kosong.

Setelah pengajian itu selesai tiba-tiba ada seorang wanita menghampiri Syaikh, dia berbicara dengan syeikh tentang sesuatu yang tidak dipahami oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Tak lama kemudian Syaikh memanggil mahasiswa itu dan bertanya : "wahai hamba Allah ! maukah kamu menikah ?" ia menjawab : "jangan mengejekku wahai Syeikh, demi Allah, sudah tiga hari tidak ada makanan yang masuk ke perutku, bagaimana aku akan menikah ?"

Syaikh berkata : "wanita ini melaporkan bahwa suaminya telah meningal, ia memiliki seorang putri, ia orang kaya raya, dan ia ingin menikahkankan putrinya dengan lelaki yang saleh, yang bisa hidup bersamanya dan bersama putrinya, bisa menjaga dan mengembangkan hartanya." ia menjawab : "kalau memang begitu kemauannya, aku setuju."

Kemudian Syaikh keluar bersama mahasiswa, wanita dan semua orang yang hadir dalam pengajian tersebut, mereka berjalan sampai memasuki rumah yang dimasuki mahasiswa tadi. Ketika makanan telah dihidangkan mahasiswa itu menangis. Syaikh bertanya : "kenapa kamu menangis ? apakah kami telah memaksamu untuk menikah ?" ia mejawab : "tidak, akan tetapi beberapa menit yang lalu aku masuk rumah ini untuk makan makanan yang dihidangkan di hadapan kita ini, aku sadar bahwa itu adalah makanan haram, lalu aku tinggalkan karena Allah, dan sekarang Allah telah mengembalikannya kepadaku, bahkan ditambah lagi rezeki yang lain dengan jalan yang halal."

ومن يتق الله يجعل له مخرجا . ويرزقه من حيث لا يحتسب.
Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar baginya, dan akan diberi rizki dengan jalan yang tidak disangka-sangka.

Balasan itu pasti sesuai dengan perbuatannya.

Maulud Pemuda Menara Malaysia