Pelatihan Komputer & Internet

07 Juni, 2010

Tanjung Melagan, penghasil arang kualitas internasional

Tanjung Melagan saat air laut surut


Tungku pembakaran arang

Pukul 5.30 pagi itu alarm handphone-ku berbunyi mengingatkanku dengan janjiku untuk mengunjungi seorang sahabat yang tinggal di ujung selatan kepulauan riau, pulau galang baru. Aku segera bergegas dari tempat tidurku menuju kamar mandi, satu jam kemudian saya berangkat bersama temanku Lifari yang datang mengunjungiku kemarin, ia bekerja di salah satu perusahaan pelayaran di Singapore. Mendung tak nenyurutkan langkah kami untuk berangkat, kami berangkat dari bengkong laut menuju tanjung melagan naik sepeda motor, hari masih pagi tapi di jalan mulai ramai dengan orang-orang yang akan berangkat bekerja, maklumlah di Batam kota industri, banyak pabrik dan perusahaan asing disini.

Belum separuh perjalanan gerimis mulai turun, kami pun berhenti di warung sembari sarapan. Usai sarapan kami melanjutkan perjalanan lagi, beberapa menit kemudian kami sampai di jembatan I, kami pun berhenti sejenak melihat suasana pagi yang indah. Tak ingin berlama-lama di jembatan I kami melanjutkan perjalan kembali karena masih ada jembatan II samapai jembatan VI yang akan kami lalui. Jembatan-jembatan tersebut menghubungkan rentetan pulau Batam sampai pulau Galang Baru sehingga jembatan tersebut diberi nama jembatan Barelang yang tidak lain adalah singkatan dari Batam Rempang Galang.

Hari itu cuaca kurang bersahabat, kulihat didepan mendung, hampir sampai ke jembatan V hujan pun turun. Kami berteduh di pos persimpangan menuju Galang. Sudah ada 3 orang yang berteduh disitu, salah satu diantaranya adalah seorang guru. Sejenak aku berpikir berapa jam pelajaran yang telah beliau habiskan tidak mengajar siswanya yang telah menunggunya di sekolah. Hampir satu jam juga kami menunggu hujan tak jua reda, akhirnya kami melanjutkan perjalanan mengunakan jas hujan.

Sampai di jembatan VI kami telah di tunggu kak dani, teman satu kampung yang tinggal di Tanjung Melagan. Ia bertugas mengajar di TPQ dan bertindak sebagai muazdin di masjid sekaligus menjadi khatib setiap shalat jumat. Untuk sampai ke tanjung melagan harus menyebrangi selat-selat diantara pulau-pulau di ujung selatan kepulauan riau. Kami menyebrang dari perusahaan Arang menggunakan pompong (perahu kecil) dengan motor diesel berbahan bakar solar, waktu tempuh sekitar 25 menit. Begitu pompong berlayar hati terasa lega, betapa indahnya pemandangan laut disekitar gugusan pulau di ujung kepri. Banyak kami jumpai rumah-rumah penduduk diatas laut. Ada juga keramba tempat menjemur ikan teri.

Sampai di tanjung melagan air laut sedang surut, turun dari pompong kami harus jalan kaki menuju pelantar (dermaga kecil) tempat biasanya pompong bersandar. Disekitar pelantar kak dani mengambil kempang (ranga-ranga:bwn) untuk dimasak. Setiba di tanjung melagan kami beristirahat sebentar, Selanjutnya silaturrahmi ke tempat obak Zainal. Obak Zainal adalah warga asli Bawean Menara Gunungmenur yang sudah bermukim di tanjung melagan berpuluh-puluh tahun silam. Konon ceritanya dahulu berkunjung ke tanjung melagan hanya untuk mengantar istrinya asal Tanahmera Kepuh untuk bertemu dengan orang tuanya yang sudah bertahun tidak pulang ke Bawean. Betah di tanjung melagan akhirnya beliau tidak pulang ke Bawean juga hingga sekarang sudah mempunyai banyak cucu disana.

Selain Obak Zainal yang tinggal di gugusan pulau ujung selatan kepri, ada juga obak Sadik asal Kelbung Menara Bawean yang tinggal di pulau korek , beliau sudah tinggal di pulau korek sejak tahun 1979. Dipulau korek beliau tinggal bersama istrinya (Asal Pancor Sidogedungbatu) dan anaknya (Salim) yang telah menikah dengan gadis Melayu. Tidak ada tetangga di sebelah rumahnya. Cerita pertama kali beliau ke pulau korek tidak jauh berbeda dengan obak Zainal, yaitu mau mengantar anaknya untuk dipertemukan dengan orangtuanya. Jarak Pulau korek dengan tanjung melagan tidak begitu jauh, bisa ditempuh dengan naik pompong sekitar 10 menit, kalau naik pompong tanpa mesin alias mendayung bisa ditempuh sekitar 30 menit. Kesehariannya tidak jauh beda dengan warga di tanjung melagan yaitu mengelola kayu bakau untuk dijadikan arang. Selain kayu bakau ada juga kayu messi yang kualitas arangnya hampir sama.

Kendati tinggal di persisir laut tapi warganya tidak berpenghasilan dari nelayan melainkan dengan mengelola kayu Bakau (mangroov) untuk dijadikan arang yang kemudian dijual ke perusahaan arang untuk dijual kembali ke konsumen di dalam dan luar negeri. Proses pembuatan kayu arang tidaklah mudah. Waktu yang dibutuhkan sekitar 15 hari bisa lebih, tergantung muatan kayu didalam tungku. Semakin banyak muatan semakin lama watu pembakaran. Setelah pembakaran selesaipun arang yang sudah jadi didalam tungku tidak langsung di bongkar tapi didiamkan selama sekitar satu minggu hingga arang didalamnya dingin. Konon ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar, misal: tidak boleh ada wanita haid lewat didepan tungku pembakaran arang, tidak boleh membakar ubi atau sejenisnya ditungku pembakaran. Bila hal-hal tersebut dilanggar maka arang tidak akan masak sempurna. Sehingga prosesnya harus diulang dari awal. Ada juga beberapa warga yang mengadakan acara selamatan bubur merah sebelum tungku arang dibakar.

Bagi penduduk tanjung melagan Mencari ikan dilaut hanya untuk dimakan sehari-hari, tidak untuk dijual. Transportasi utama adalah kepompong (sejenis perahu kecil), orang sana menyebutnya motor. Di tanjung melagan tidak ada sekolah dasar. Anak-anak mereka bersekolah ke pulau sembur, pulau dimana tempat berbelanja kebutuhan sehari dan di pulau semburlah pulau teramai. Sumber listrik bukanlah dari PLN melainkan dari mesin-mesin genset yang yang disalukan dari rumah ke rumah dan hanya menyala menjelang maghrib sampai pukul 22.00 WIB.

07 Maret, 2010

Lapan: Badai Matahari Terjadi Antara 2012-2015

Film fiksi ilmiah '2012' yang menceritakan tentang terjadinya badai matahari (flare) bukan isapan jempol belaka. Flare diperkirakan akan terjadi antara tahun 2012-2015. Namun, tak serta merta hal itu melenyapkan peradaban dunia.

"Lapan memperkirakan puncak aktivitas matahari akan terjadi antara 2012 hingga 2015. Pada puncak siklusnya, aktivitas matahari akan tinggi dan terjadi badai matahari," ujar Kabag Humas Lapan Elly Kuntjahyowati dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (4/3/2010).

Flare tersebut, imbuhnya, merupakan salah satu aktivitas matahari selain medan magnet, bintik matahari, lontaran massa korona, angin surya dan partikel energetik. Ledakan-ledakan matahari itu, bisa sampai ke bumi. Namun, flare yang diperkirakan akan terjadi itu tak akan langsung membuat dunia hancur.

"Masyarakat banyak yang menghubungkan antara badai matahari dengan isu kiamat 2012 dari ramalan Suku Maya. Ternyata dari hasil pengamatan Lapan, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan peradaban dunia," imbuhnya.

Efek badai tersebut, lanjut dia, yang paling utama berdampak pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio. Satelit dapat kehilangan kendali dan komunikasi radio akan terputus.

"Efek lainnya, aktivitas matahari berkontribusi pada perubahan iklim. Ketika aktivitas matahari meningkat maka matahari akan memanas. Akibatnya suhu bumi meningkat dan iklim akan berubah," jelas Elly.

Partikel-partikel matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi akan mempengaruhi cuaca dan iklim. Dampak ekstremnya, bisa menyebabkan kemarau panjang. Namun hal ini masih dikaji oleh para peneliti.

Lapan pun berniat mensosialisasikan dampak aktivitas matahari ini ke masyarakat. Sosialisasi Fenomena Cuaca Antariksa 2012-2015 pun akan digelar di Gedung Pasca Sarjana lantai 3, Universitas Udayana, Jl Jenderal Sudirman, Denpasar, Bali pada 9 Maret 2010 pukul 11.00 Wita.


Sumber : http://id.news.yahoo.com/dtik/20100304/tpl-lapan-badai-matahari-terjadi-antara-b28636a.html

01 Maret, 2010

Tidur Siang Bikin Kita Lebih Pintar?

KOMPAS.com - Sewaktu kita masih kecil, kewajiban tidur siang yang diberikan oleh orangtua rasanya menjadi siksaan bagi kita. Anehnya, ketika kita dewasa, kita harus mencuri-curi waktu agar bisa memejamkan mata barang setengah jam. Bisa terlelap sebentar saja pengaruhnya begitu besar untuk kita: tubuh jadi terasa lebih bugar sesudahnya.

Penelitian baru juga mengatakan, tidur siang yang lelap juga mampu mendongkrak kapasitas belajar otak secara dramatis. Hebat, kan?

Para peneliti mendapati bahwa tidur siang selama sejam saja sudah cukup untuk meningkatkan kemampuan otak untuk mempelajari fakta-fakta baru dalam jam-jam berikutnya. Di pihak lain, semakin lama kita bertahan untuk melek, semakin lamban pikiran kita.
Penemuan baru ini mendukung data sebelumnya dari tim peneliti yang sama, bahwa begadang semalaman bisa mengurangi kemampuan untuk memasukkan hal-hal baru hampir sebanyak 40 persen. Hal ini disebabkan penutupan bagian-bagian otak selama kita kehilangan waktu tidur.

"Tidur tak hanya menjadi jalan keluar dari keadaan terjaga yang berkepanjangan, tetapi -pada level neurokognitif- hal ini akan menggerakkan Anda di luar di mana Anda berada sebelum Anda tidur," ujar Matthew Walker, asisten profesor bidang psikologi di UC Berkeley, dan pemimpin investigasi pada studi ini. ? ?

Beberapa tokoh paling berpengaruh di dunia ini juga dikenal sebagai "tukang tidur siang". Mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher pernah mengklaim bahwa ia hanya tidur empat jam setiap malam, namun selalu tidur sebentar pada siang hari. Sementara itu, Bill Clinton juga selalu menyempatkan diri untuk tidur selama setengah jam sesudah makan siang.

Para peneliti mengatakan bahwa tidur juga diperlukan untuk menjernihkan memori jangka pendek otak dan menyediakan ruang untuk penyerapan informasi yang baru. "Ibaratnya, inbox email pada hippocampus (bagian dari otak besar) kita penuh, dan jika kita tidak tidur dan membuang email-email yang tak perlu itu, kita tidak akan bisa menerima email yang baru," kata Dr Walker.

http://female.kompas.com/read/xml/2010/02/23/12420273/Tidur.Siang.Bikin.Kita.Lebih.Pintar

10 Februari, 2010

Bertemu di Padang Arafah

Di Padang Arafah


Konon katanya padang arafah adalah tempat bertemunya nabi Adam dengan Hawa setelah diturunkan ke dunia. Pada musim haji tahun ini selain menjadi ajang pertemuan umat islam sedunia, padang arafah juga merupakan tempat saya bertemu dengan uda apit yang telah lama berpisah. Yang saya ingat dulu sewaktu saya masih kecil uda apit pergi ke mesir untuk menuntut ilmu di sana, dan sejak itu kami tidak pernah bertemu lagi. Memang sejak saya kenal internet sudah sering berkomunikasi dengan uda apit, baik melalui blognya kak heri, begitu pula dia sering kunjung ke blog saya.

Selain itu kami juga sudah sering kontak melalui yahoo messenger, kami sudah sering ngobrol bahkan sudah bisa melihat wajahnya melalui webcam, akan tetapi baru bisa bertemu langusung dengan orangnya ketika kami berada di padang arafah pada tanggal 9 dzul hijjah bertepatan dengan 26 nopember 2009.

Namun untuk bertemu dengan uda apit tidaklah mudah, semula saya bayangkan kami akan bertemu dengan mudah, apalagi bisa kontak sebelumnya dengan HP, dan saya kira tempat kami berdekatan, ternyata setelah saya lacak, tempat kemahnya jamaah Indonesia yang ditempati uda apit sangat jauh sekali bahkan dari ujung selatan ke ujung utara.

Dengan berjalan kaki di tengah keramaian padang arafah yang dipenuhi oleh jutaan manusia dari berbagai Negara, dan jalan-jalan yang dipenuhi oleh bus-bus yang berjejer dan beriringan, saya menelusuri jalan-jalan di padang arafah, sambil sesekali memencet HP menanyakan posisi uda apit. Di sana ada banyak balon besar yang dilayangkan cukup tinggi dengan diikat tali sebagai tanda bagi tempat-tempat tertentu. Nah untuk memastikan posisi uda apit saya bertanya, uda apit lihat balon warna kuning? Dia jawab tidak. Saya pun meneruskan perjalanan, terus saya Tanya lagi: uda apit lihat balon hijau? Dia bilang tidak. Waduh, berarti posisinya jauh sekali, sebab balon-balon tersebut melayang cukup tinggi dan bisa dilihat dari jarak yang jauh. Sehingga kalau tidak melihatnya berarti dia masih jauh sekali, padahal kaki sudah mulai lelah berjalan, karena di padang arafah tidak ada kendaraan yang bisa ditumpangi. Semua kendaraan diparkir untuk persiapan mengangkut jemaah haji pergi ke muzdalifah.

Saya Tanya uda apit dekat tidak dengan masjid Namirah? Dia bilang jauh. Saya berpikir bagaimana bisa menemukan posisi uda apit. Saya coba menanyakan jalan. Di arafah ada delapan jalan besar yang merupakan jalur kendaraan menuju muzdalifah, dia bilang ada di jalan no. 8, sedangkan posisi saya waktu itu berada di jalan no.4 karena kemah saya berada di jalan no.3. berarti saya harus melewati jalan no. 5, 6, 7, baru sampai ke jalan no. 8.

Sampai di jalan no.6 terlihatlah jabal rahmah yang dipenuhi oleh ribuan manusia, namun setelah ditanya apakah uda apit melihat jabal rahmah, ternyata uda apit tidak melihatnya. Waduuh, berarti masih jauh, padahal kaki sudah terasa capek sekali. Namun saya terus bersabar karena ingin sekali bertemu dengan uda apit. Di tengah perjalanan, ada dua orang Yaman yang bertanya di mana lokasi perkemahan orang Indonesia? Saya bilang: saya sedang menuju ke sana tapi persisnya belum tahu. Saya Tanya: untuk apa nanya kemah orang Indonesia? Dia bilang, saya mau mencari tempat yang tenang, jauh dari keramian biar khusyuk menjalankan wukuf. Memangnya di sana tenang? Iya, di perkemahan orang Indonesia cukup tenang, tidak seperti di sini yang sangat ramai dan penuh sesak. Maka kami berjalan bersama dengan kedua orang tersebut.

Sampailah saya ke jalan no. 8. di pojok jalan saya melihat dua orang Indonesia, kelihatannya dia memegang peta arafah. Saya Tanya dia tentang lokasi perkemahan orang Indonesia, dan dia menunjukkan tempatnya sambil memperlihatkan peta, dia menunjukkan arahnya, jalannya secara jelas, karena ternyata dia adalah dua orang mahasiswa yang bekerja sebagai petugas haji, yang satu kuliyah di Yordan, yang satunya kuliyah di Mesir. Ketika saya Tanya apakah dia kenal uda apit? Dia jawab, ya. Sayang ketika saya meminta petanya, dia tidak mau memberikan, karena dia Cuma punya satu.
Ahirnya dengan petunjuk kedua mahasiswa tersebut dengan mantap saya menuju ke perkemahan orang Indonesia yang ternyata masih jauh, jadi bukan pas di jalan no. 8 akan tetapi hanya ada di sekitarnya, dan jaraknya juga cukup jauh. Dengan sisa tenaga saya terus menelusuri jalan-jalan padang arafah, dan dari jauh terlihatlah bendera merah putih, pertanda di sanalah terletak jamaah haji Indonesia. Aku pun semakin semangat mengayunkah langkah untuk segera sampai dan bertemu dengan uda apit. Setelah sampai di sana ternyata lokasi jamaah haji Indonesia benar-benar berada di tepi padang arafah, dan di sana hanya ada bangsa Indonesia, tidak terlihat bangsa-bangsa lain, dan suasananya benar-benar tenang, lorong-lorong sepi, hampir tidak ada orang yang lalu-lalang, karena kelihatannya jamaah haji Indonesia semuanya khusyu' berada di dalam kemah meanti saat-saat wukuf.

Kurang lebih jam sebelas siang, saya berhasil bertemu dengan uda apit setelah sekian lama tidak ketemu, dan ketika bertemu kami langsung saling mengenal. Setelah ngobrol-ngobrol sebentar, Tanya-tanya kabar, kami sempatkan foto bersama. Dan menjelang jam dua belas, saya kembali ke kemah saya semula untuk wukuf.

29 Januari, 2010

Biarkan Hari esok Hingga Tiba

Merencanakan masa depan adalah suatu keharusan, memikirkan hari esok adalah suatu keniscayaan, akan tetapi anda harus waspada jangan sampai terjebak kepada impian-impian dan angan-angan kosong masa depan, tentukan cita-cita anda, buatlah perencanaan yang matang, susunlah langkah-langkah untuk mencapainya, kemudian laksanakan sesuai dengan rencana.
Setan sangat pandai membuat jebakan-jebakan kepada manusia agar terjerumus pada kehancuran atau kegagalan, terkadang ada orang yang mempunyai cita-cita mulia, harapan-harapan yang indah, dan rencana-rencana yang bagus, lalu setan membuainya agar ia tenggelam dalam impian-impian dan angan-angan tersebut.
Terbayanglah di matanya bahwa esok saya akan begini dan begitu, saya akan menjadi ini dan itu, saya akan mendapatkan ini dan itu, dan berbagai macam impian indah dan angan-angan manis terhampar di hadapannya, sehingga hari-harinya hanya diisi dengan impian dan khayalan, seakan ia hidup di dunia maya, indah dan indah sekali, ia bermimpi sedang ada di dunia kayangan yang penuh dengan keindahan dan kesenangan, ia membayangkan nanti akan menjadi orang pintar, bertitel keren, mempunyai jabatan terhormat, mendapat penghasilan yang luar biasa, dan terusssssssss bermimpi, sehingga waktunya habis untuk bermimpi, dan tidak ada lagi waktu untuk berbuat.
Ada juga orang yang sebenarnya kehidupannya baik, sehat wal afiat, kondisi ekonominya lumayan, punya keluarga dan kerabat yang baik-baik dan penuh perhatian, ada teman-teman yang santun dan ramah, akan tetapi ia selalu terbayang pada hal-hal yang menyeramkan di kemudian hari, bagaimana kalau besok sakit, bagaimana kalau di-PHK, bagaimana kalau ada kerabat yang meninggal, bagaimana kalau ada bencana alam, dan terussss membayangkan kesusahan dan kesedihan di hari esok, sehingga aktifitasnya hari ini terganggu, dan ahirnya menjadi lemas dan lesu, sedih dan gelisah karena suatu hal yang belum tentu terjadi, padahal apa yang akan terjadi besok hanya Allah yang tahu.
Jadi, jangan menyibukkan diri dengan membayangkan apa yang akan terjadi besok, janganlah anda menggugurkan janin sebelum tiba waktunya lahir, jangan memetik buah sebelum matang, dan jangan menunggu matahari terbit sebelum pagi. Jalani kehidupan anda hari ini, dan biarkan hari esok hingga tiba.

List of the keyboard shortcuts that are available in Windows XP

General keyboard shortcuts

  • SHIFT+DELETE (Delete the selected item permanently without placing the item in the Recycle Bin)
  • F2 key (Rename the selected item)
  • F3 key (Search for a file or a folder)
  • ALT+ENTER (View the properties for the selected item or object)
  • ALT+F4 (Close the active item, or quit the active program)
  • ALT+TAB (Switch between the open items)
  • ALT+ESC (Cycle through items in the order that they had been opened)
  • F6 key (Cycle through the screen elements in a window or on the desktop)
  • F4 key (Display the Address bar list in My Computer or Windows Explorer)
  • SHIFT+F10 (Display the shortcut menu for the selected item)
  • ALT+SPACEBAR (Display the System menu for the active window)
  • CTRL+ESC (Display the Start menu)

Microsoft natural keyboard shortcuts
  • Windows Logo+BREAK (Display the System Properties dialog box)
  • Windows Logo+M (Minimize all of the windows)
  • Windows Logo+SHIFT+M (Restore the minimized windows)
  • Windows Logo+E (Open My Computer)
  • Windows Logo+F (Search for a file or a folder)
  • Windows Logo+ L (Lock the keyboard)

03 Januari, 2010

Ancor Pessena Tellor

Tersebutlah dalam kisah seorang anak muda yang sehari-harinya berdagang minyak tanah, itulah pekerjaan yang ia warisi dari orang tuanya yang ia tekuni demi mengukir masa depan yang indah dan menyenangkan, ia mengharap dari usahanya itu bisa mengumpulkan uang sedikit-demi sedikit untuk membuat usaha yang lebih besar, ia menginginkan menjadi pedagang besar, bisnisman sukses dan menjadi pengusaha kaya, sehingga dengan demikian ia bisa merubah nasib dari hidup pas-pasan atau bisa dikatakan serba kekurangan menjadi cukup dan sejahtera. Ia telah merancang masa depan yang lebih baik, telah menyusun program yang detail dan rinci dan telah membuat target yang harus ia capai. Ia tidak ingin mewarisi kemiskinan dari orang tuanya, ia tidak ingin menjadi pedagan minyak eceran seumur hidup, akan tetapi harus berusaha keras membanting tulang demi mencapai cita-citanya.

Seperti biasa setiap hari dia duduk di depan tong minyaknya yang terbuat dari tanah yang dibakar yang biasa disebut gentong. Kebetulan pada hari itu pembeli sepi, dari pagi hingga siang belum ada seorang pun pembeli yang datang. Seperti umumnya orang, ketika anggota badan diam dan sepi dari kegiatan, maka pikirannya yang jalan, ia mengawang ke angkasa melamunkan masa depan yang indah dan menyenangkan, sambil menunggu pembeli yang tidak kujung datang, pikirannya terus melayang, lamunan demi lamunan datang dengan lancarnya bagaikan air yang mengalir di sungai, terbayang olehnya dari hasil berdagang minyak ia bisa mengumpulkan uang, ia gunakan uang tersebut untuk keperluan sehari-hari, dan sebagian ditabung, setelah beberapa lama menabung, maka terkumpullah olehnya sejumlah uang yang cukup untuk membangun atau membeli kios, lalu ia terus memperlebar usahanya tanpa kenal lelah, sambil terus mengumpulkan uang, ia merancang lagi usaha yang lebih besar, suatu waktu nanti ia akan bisa mempunyai pom bensin, awalnya satu, kemudian menjadi dua, kemudian berkembang lagi menjadi beberapa atau puluhan pom bensin, dia akan punya puluhan atau ratusan karwayan, selanjutnya lagi ia akan punyai mobil tangki untuk mengangkut minyak-minyaknya ke pom bensinya yang telah menyebar di seantero nusantara, terus pada masanya nanti ia bisa membeli kapal tanker untuk mengankut minyak-minyak antar pulau di persada nusantara, bahkan nantinya bisa mengimpor minyak dari Negara-negara penghasil minyak.

Pikirannya terus melayang dan mengawang di angkasa, kalau sekarang tidak ada seorang pun gadis yang meliriknya tapi setelah menjadi milyarder, setelah punya mobil mewah, setelah punya kapal pesiar, dan setelah punyak harta yang berlimpah, maka tanpa susah payah, gadis-gadis cantik pun akan antre minta dilamar, dia tinggal milih yang tercantik di antara mereka.

Oleh karena pembeli tidak juga kunjung datang, maka pikirannya pun bebas melanglang buana di angkasa ibarat burung camar yang bebas terbang ke sana ke mari, kemudian tak lama setelah menikah, ia pun punya anak yang lucu dan ganteng, terus ia bermain-main dengan anaknya yang sangat ia sayangi, terus setelah itu anaknya sudah bertambah besar dan sudah mulai nakal, maka ia pun tidak segan-segan menghukum anaknya, terbayang olehnya anaknya yang nakal dan tidak mendengarkan perintahnya maka ia memukulnya dengan tongkat yang ia pegang sebagai teman setianya berjualan minyak, ia pukulkan tongkat tersebut kepada anaknya, cukup keras pukulannya dan pukulan tersebut mengenai gentong minyaknya, yang ahirnya pecah dan minyaknya pun semuanya tumpah ke tanah sampai membasahi sandalnya. Ia pun tersentak dari lamunannya, dan ternyata minyak satu gentong yang merupakan modal usaha satu-satunya dan tumpuan harapan masa depannya sekarang semuanya tumpah ke tanah, maka bubarlah semua lamunannya, hancurlah harapan masa depannya, karena modal usaha satu-satunya kini telah hilang ditelan tanah. Ia hanya bisa duduk termenung sambil meletakkan kedua tangannya di kepala, menangisi mimpi-mimpi dan lamunan indahnya yang sekarang telah sirna. Mungkin inilah yang dikatakan dalam pribasaha Madura: Ancor pessena tellor.

Maulud Pemuda Menara Malaysia